Rabu, 20 November 2019

BAB I


ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY  of  CARE TERHADAP NY. N UMUR 30 TAHUN G2P1A0 USIA KEHAMILAN 32 MINGGU 5 HARI
DENGAN PENATALAKSANAAN LUKA PERINEUM
DI PMB HASMIATI BAHRI,S.ST
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2019


LAPORAN TUGAS AKHIR



Diajukan sebagai salah satu syarat menyelesaikan Ahli Madya
 Kebidanan pada program studi D III Kebidanan
STIKES Adila Di Kota
Bandar Lampung


Disusunoleh:
SUCI RAMADHANTY
NIM :201611047

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ADILA
DI KOTA BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2019



BAB I
PENDAHULUAN



A.    Latar Belakang
Seperti yang kita ketahui, banyak ibu nifas yang cenderung enggan mengobati luka pada perineum dan membiarkannya karna malas dan tidak ingin mersakan perih. Perawatan yang tidak tepat dan membiarkan luka begitu saja justru akan memperburuk kondisi luka, terlebih sampai terdapat nanah pada luka, maka bias dkatakan jika luka tersebut sudah terinfeksi.(Fatimah Lestari, 2019)

Luka perenium merupakan rusaknya jaringan secara alamiah karena proses desakan kepala jamim atau bahu pada saat proses persalinan. Luka ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain faktor maternal dan faktor janin, faktor janin yaitu berat badan bayi lahir dapat mengakibatkan terjadinya rupture perineum yaitu berat janin lebih dari 3500 gram, karena resiko trauma partus melalui vagina seperti distosia bahu dan kerusakan jaringan lunak pada ibu dan faktor presentasi, faktor persalinan pervaginam, faktor riwayat persalinan dan faktor penolong persalinan.
( Fatimah Lestari 2019)                                          

Episiotomi adalah tindakan insisi pada perineum yang menyebabkan terpotongnya selaput lendir vagina cincin selaput darah, jaringan pada septum rektovaginal, otot-otot dan pasiaperineum dan kulit sebelah depan perineum.
Terdapat dua macam luka perineum yaitu Ruptur dan episiotomi ruptur adalah luka pada perineum yang diakibatkan oleh rusaknya jaringan secara alamiah karena proses desakan kepala janin atau bahu pada saat proses persalinan. ( Fatimah Lestari, 2019 ).


Terdapat faktor yang menyebabkan terjadinya ruptur perineum yaitu dari faktor ibu dan faktor janin, faktor ibu yaitu pada ibu dengan paritas satu atau ibu primiripara memiliki resiko lebih besar untuk mengalami robekan perineum dikarenakan jalan lahir belum pernah dilalui oleh kepala bayi kemudian cara meneran ibu yang salah.
Faktor janin yaitu berat badan bayi lahir dapat mengakibatkan terjadinya ruptur perineum yaitu berat badan janin lebih dari 3500 gram, karena resiko trauma partus melalui vagina seperti distosia bahu dan kerusakan jaringan lunak pada ibu dan faktor presentasi, faktor persalinan pervaginam, faktor riwayat persalinan dan faktor penolong persalinan. ( Fatimah Lestari, 2019 )


Infeksi postpartum penyebab kematian maternal pada urutan kedua setelah perdarahan jika tidak segera ditangani. Infeksi postpartum terjadi di traktus genitalia setelah kelahiran yang diakibatkan oleh bakteri, hal ini akan meningkatkan resiko infeksi post partum yang salah satunya disebabkan oleh luka episiotomi yang dapat menyebabkan syok septic  Infeksi perineum dapat dihindari bahkan penyembuhan dapat dipercepat bila dilakukan perawatan secara cepat dan tepat, perawatan yang tidak tepat dapat merugikan pasien. Nyeri perineum merupakan sumber masalah yang signifikan bagi banyak perempuan setelah melahirkan, tidak hanya pada periode pasca lahir langsung tetapi juga dalam jangka panjang. ( Lestari, 2016 ).


Akibat dari perawatan perineum yang tidak benar dapat mengakibatkan kondisi perineum yang terkena lochea dan lembab akan mengakibatkan perkembangan bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi perineum. Munculnya infeksi pada perineum dapat merambat pada saluran kandung kencing ataupun pada jalan lahir yang dapat berakibat pada munculnya komplikasi infeksi pada kandung kencing maupun pada jalan lahir. Infeksi tidak hanya menghambat proses penyembuhan luka tetapi dapat juga menyebabkan kerusakan pada jaringan sel penunjang, sehingga akan menambah ukuran dari luka itu sendiri, baik panjang maupun kedalaman dari luka itu sendiri. ( Lestari, 2016 ).

Tujuan dilakukan perawatan luka perineum untuk mencegah terjadinya infeksi sehubungan dengan penyembuhan jaringan. Infeksi menyebabkan peningkatan inflamasi dan nekrosis yang menghambat penyembuhan luka. Adanya benda asing, pengelupasan jaringan yang luas akan memperlambat penyembuhan dan kekuatan regangan luka menjadi tetap rendah. Karena perawatan yang kasar dan salah dapat mengakibatkan kapiler darah baru rusak dan mengalami perdarahan serta penyembuhan luka terhenti. Kemungkinan terjadinya infeksi pada luka karena perawatan yang tidak benar, dapat meningkat dengan adanya benda mati dan benda asing. ( Virgia Wardani, 2018 )


Banyak ibu nifas yang tidak tahu cara menjaga kebersihan dirinya terutama pada daerah genetalia. Ibu hanya menjaga kebersihannya sesuai dengan kemampuan dan pengetahuannya dengan cara menghindari rasa sakit dan takut jahitan antara anus dan vagina robek, sehingga ibu hanya sekedar membersihkannya tanpa memperdulikan cara vulva hygiene yang baik dan benar maka luka jahitan perineum tidak akan mengalami infeksi dan akan sembuh dalam waktu 6-7 hari.
Teknik vulva hygiene sangat penting untuk meningkatkan kesehatan terutama pada ibu post partum yang harus selalu menjaga kebersihan dirinya pada daerah genetalia terutama pada daerah luka sehingga akan mempengaruhi proses penyembuhan luka menjadi sembuh normal. ( Virgia Wardani, 2018 ).


Berdasarkan hasil penelitian perawatan vulva dilakukan setiap pagi dan sore sebelum mandi, sesudah buang air kecil atau buang air besar. Cara perawatan vulva dimulai dari cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan perawatan luka, setelah BAK atau BAB Bersihkan vulva dari arah depan ke belakang, ganti pembalut setiap kali basah atau setelah BAK dan BAB. ( Lestari, 2016 ).


Selain tehnik vulva hygiene yang benar faktor gizi utama protein akan sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan luka perineum karena pergantian jaringan sangat membutuhkan protein yang berfungsi sebagai zat pembangun sel-sel yang telah rusak. ( Aisya Dali, 2018 )

Berdasarkan hasil penelitian putih telur mengandung protein yang sangat tinggi, mutu protein nilai cerna dan mutu cerna yang paling baik dibandingkan dengan protein hewan lainnya. Protein putih telur kaya akan nutrisi diantaranya protein niacin, riboflavin, klorin, magnesium, kalium, sodium, ovalbumin dan mempunyai nilai biologis tinggi karena mengandung asam amino yang lengkap. (Aisya Dali, 2018)

Dari hasil prasurvey yang telah dilakukan di PMB Hasmiati Bahri, S.ST Bandar Lampung pada tanggal 05 januari 2019 terdapat 1 orang ibu hamil yaitu Ny. N umur 30 tahun G2P1A0 usia kehamilan 32 minggu 5 hari yang memeriksa kehamilan.


B.     Rumusan masalah
Berdasarkan data di atas maka identifikasi rumusan study kasus ini adalah “Bagaimanakah asuhan kebidanan Continuity of Care terhadap Ny.N umur 30 tahun G2P1A0 Usia kehamilan 32 minggu 5 hari dengan penatalaksanaan perawatan luka perineum di PMB Hasmiyati Bahri,S.,ST Bandar Lampung Tahun 2019 ?”.


C.    Tujuan Penelitian
1.      Tujuan Umum
Memberikan asuhan kebidanan Continuity of Care terhadap Ny.N umur 30 tahun G2P1A0 usia kehamilan 32 minggu 5 hari dengan penatalaksanaan perawatan  luka perineum di PMB Hasmiyati Bahri Tahun 2019.
2.      Tujuan khusus
Mahasiswa mampu :
a.      Melakukan pengumpulan data subjektif  Continuity of Care terhadap Ny.N umur 30 tahun G2P1A0 usia kehamilan 32 minggu 5 hari dengan penatalaksanaan  perawatan  luka perineum di PMB Hasmiyati Bahri Tahun 2019.
b.      Melakukan pengumpulan data objektif Continuity of Care terhadap Ny.N umur 30 tahun G2P1A0 usia kehamilan 32 minggu 5 hari dengan penatalaksanaan perawatan luka perineum di PMB Hasmiyati Bahri Tahun 2019.
c.      Melakukan analisi data secara Continuity of Care terhadap Ny.N umur 30 tahun G2P1A0 usia kehamilan 32 minggu 5 hari dengan penatalaksanaan perawatan luka perineum di PMB Hasmiyati Bahri Tahun 2019.
d.     Melakukan perawatan asuhan kebidanan secara Continuity of Care terhadap Ny.N umur 30 tahun G2P1A0 usia kehamilan 32 minggu 5 hari dengan penatalaksanaan perwatan luka perineum di PMB Hasmiyati Bahri Tahun 2019.
e.      Mengindentifikasi kesenjangan antara teori dan praktik lapangan terhadap Ny.N umur 30 tahun G2P1A0 usia kehamilan 32 minggu 5 hari dengan penatalaksanaan perawatan luka perineum di PMB Hasmiyati Bahri Tahun 2019.


D.    Manfaat Penelitian
1.      Manfaat bagi  Penulis selanjutnya
Dapat menerapkan teori yang didapatkan dibangku kuliah dalam praktik dilahan serta memproleh pengalaman secara langsung dalam memberikan asuhan kebidanan pada Ny. N umur 30 tahun G2P1A0 usia kehamilan 32 minggu 5 hari dengan penatalaksanaan perawatan luka perineum. 
2.      Manfaat Bagi institusi pendidikan
Dapat dijadikan bahan bacaan serta sumber informasi bagi mahasiswa dan staf pendidik dalam melaksanakan program dengan baik, dan sebagai bahan kajian untuk meningkatkan ilmu pengetahuan bagi mahasiswa dalam melaksanakan program pendidikan khususnya berkaitan dengan asuhan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan KB.

3.      Bagi klien dan masyarakat
Dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang asuhan kebidanan pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, KB sesuai dengan kebutuhan klien dengan standar asuhan kebidanan yang berkualitas dan bermutu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar