ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY of
CARE TERHADAP NY.
N UMUR 30 TAHUN G2P1A0 USIA KEHAMILAN 32 MINGGU 5 HARI
DENGAN PENATALAKSANAAN LUKA PERINEUM
DI PMB HASMIATI BAHRI,S.ST
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2019
LAPORAN
TUGAS AKHIR
Diajukan sebagai salah satu syarat menyelesaikan Ahli Madya
Kebidanan pada
program studi D III Kebidanan
STIKES Adila Di Kota
Bandar Lampung
Disusunoleh:
SUCI RAMADHANTY
NIM :201611047
SEKOLAH
TINGGI ILMU KESEHATAN ADILA
DI
KOTA BANDAR LAMPUNG
TAHUN
2019
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Seperti yang
kita ketahui, banyak ibu nifas yang cenderung enggan mengobati luka pada
perineum dan membiarkannya karna malas dan tidak ingin mersakan perih.
Perawatan yang tidak tepat dan membiarkan luka begitu saja justru akan
memperburuk kondisi luka, terlebih sampai terdapat nanah pada luka, maka bias
dkatakan jika luka tersebut sudah terinfeksi.(Fatimah Lestari, 2019)
Luka perenium
merupakan rusaknya jaringan secara alamiah karena proses desakan kepala jamim
atau bahu pada saat proses persalinan. Luka ini disebabkan oleh beberapa faktor
antara lain faktor maternal dan faktor janin, faktor janin yaitu berat badan
bayi lahir dapat mengakibatkan terjadinya rupture perineum yaitu berat janin
lebih dari 3500 gram, karena resiko trauma partus melalui vagina seperti
distosia bahu dan kerusakan jaringan lunak pada ibu dan faktor presentasi,
faktor persalinan pervaginam, faktor riwayat persalinan dan faktor penolong
persalinan.
(
Fatimah Lestari 2019)
Episiotomi adalah tindakan insisi
pada perineum yang menyebabkan terpotongnya selaput lendir vagina cincin
selaput darah, jaringan pada septum rektovaginal, otot-otot dan pasiaperineum
dan kulit sebelah depan perineum.
Terdapat dua macam luka perineum
yaitu Ruptur dan episiotomi ruptur adalah luka pada perineum yang diakibatkan
oleh rusaknya jaringan secara alamiah karena proses desakan kepala janin atau
bahu pada saat proses persalinan. ( Fatimah Lestari, 2019 ).
Terdapat faktor yang menyebabkan
terjadinya ruptur perineum yaitu dari faktor ibu dan faktor janin, faktor ibu
yaitu pada ibu dengan paritas satu atau ibu primiripara memiliki resiko lebih
besar untuk mengalami robekan perineum dikarenakan jalan lahir belum pernah
dilalui oleh kepala bayi kemudian cara meneran ibu yang salah.
Faktor janin yaitu berat badan bayi
lahir dapat mengakibatkan terjadinya ruptur perineum yaitu berat badan janin
lebih dari 3500 gram, karena resiko trauma partus melalui vagina seperti
distosia bahu dan kerusakan jaringan lunak pada ibu dan faktor presentasi,
faktor persalinan pervaginam, faktor riwayat persalinan dan faktor penolong
persalinan. ( Fatimah Lestari, 2019 )
Infeksi postpartum penyebab kematian
maternal pada urutan kedua setelah perdarahan jika tidak segera ditangani.
Infeksi postpartum terjadi di traktus genitalia setelah kelahiran yang
diakibatkan oleh bakteri, hal ini akan meningkatkan resiko infeksi post partum
yang salah satunya disebabkan oleh luka episiotomi yang dapat menyebabkan syok septic Infeksi perineum dapat dihindari bahkan
penyembuhan dapat dipercepat bila dilakukan perawatan secara cepat dan tepat,
perawatan yang tidak tepat dapat merugikan pasien. Nyeri perineum merupakan
sumber masalah yang signifikan bagi banyak perempuan setelah melahirkan, tidak
hanya pada periode pasca lahir langsung tetapi juga dalam jangka panjang. (
Lestari, 2016 ).
Akibat dari perawatan perineum yang
tidak benar dapat mengakibatkan kondisi perineum yang terkena lochea dan lembab
akan mengakibatkan perkembangan bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya
infeksi perineum. Munculnya infeksi pada perineum dapat merambat pada saluran
kandung kencing ataupun pada jalan lahir yang dapat berakibat pada munculnya
komplikasi infeksi pada kandung kencing maupun pada jalan lahir. Infeksi tidak hanya
menghambat proses penyembuhan luka tetapi dapat juga menyebabkan kerusakan pada
jaringan sel penunjang, sehingga akan menambah ukuran dari luka itu sendiri,
baik panjang maupun kedalaman dari luka itu sendiri. ( Lestari, 2016 ).
Tujuan dilakukan perawatan
luka perineum untuk mencegah terjadinya infeksi sehubungan dengan penyembuhan
jaringan. Infeksi menyebabkan peningkatan inflamasi dan nekrosis yang
menghambat penyembuhan luka. Adanya benda asing, pengelupasan jaringan yang
luas akan memperlambat penyembuhan dan kekuatan regangan luka menjadi tetap
rendah. Karena perawatan yang kasar dan salah dapat mengakibatkan kapiler darah
baru rusak dan mengalami perdarahan serta penyembuhan luka terhenti.
Kemungkinan terjadinya infeksi pada luka karena perawatan yang tidak benar,
dapat meningkat dengan adanya benda mati dan benda asing. ( Virgia Wardani,
2018 )
Banyak ibu nifas yang
tidak tahu cara menjaga kebersihan dirinya terutama pada daerah genetalia. Ibu
hanya menjaga kebersihannya sesuai dengan kemampuan dan pengetahuannya dengan
cara menghindari rasa sakit dan takut jahitan antara anus dan vagina robek,
sehingga ibu hanya sekedar membersihkannya tanpa memperdulikan cara vulva hygiene yang baik dan benar maka
luka jahitan perineum tidak akan mengalami infeksi dan akan sembuh dalam waktu
6-7 hari.
Teknik vulva hygiene
sangat penting untuk meningkatkan kesehatan terutama pada ibu post partum yang
harus selalu menjaga kebersihan dirinya pada daerah genetalia terutama pada
daerah luka sehingga akan mempengaruhi proses penyembuhan luka menjadi sembuh
normal. ( Virgia Wardani, 2018 ).
Berdasarkan hasil penelitian
perawatan vulva dilakukan setiap pagi dan sore sebelum mandi, sesudah buang air
kecil atau buang air besar. Cara perawatan vulva dimulai dari cuci tangan
sebelum dan sesudah melakukan perawatan luka, setelah BAK atau BAB Bersihkan
vulva dari arah depan ke belakang, ganti pembalut setiap kali basah atau
setelah BAK dan BAB. ( Lestari, 2016 ).
Selain tehnik vulva
hygiene yang benar faktor gizi utama protein akan sangat berpengaruh terhadap
proses penyembuhan luka perineum karena pergantian jaringan sangat membutuhkan
protein yang berfungsi sebagai zat pembangun sel-sel yang telah rusak. ( Aisya
Dali, 2018 )
Berdasarkan hasil
penelitian putih telur mengandung protein yang sangat tinggi, mutu protein
nilai cerna dan mutu cerna yang paling baik dibandingkan dengan protein hewan
lainnya. Protein putih telur kaya akan nutrisi diantaranya protein niacin,
riboflavin, klorin, magnesium, kalium, sodium, ovalbumin dan mempunyai nilai
biologis tinggi karena mengandung asam amino yang lengkap. (Aisya Dali, 2018)
Dari hasil prasurvey yang telah
dilakukan di PMB Hasmiati Bahri, S.ST Bandar Lampung pada tanggal 05 januari
2019 terdapat 1 orang ibu hamil yaitu Ny. N umur 30 tahun G2P1A0 usia kehamilan
32 minggu 5 hari yang memeriksa kehamilan.
B.
Rumusan masalah
Berdasarkan
data di atas maka identifikasi rumusan study kasus ini adalah “Bagaimanakah
asuhan kebidanan Continuity of Care terhadap
Ny.N umur 30 tahun G2P1A0 Usia kehamilan 32 minggu 5 hari dengan penatalaksanaan perawatan luka perineum di PMB
Hasmiyati Bahri,S.,ST Bandar Lampung Tahun 2019 ?”.
C.
Tujuan Penelitian
1.
Tujuan Umum
Memberikan asuhan kebidanan Continuity of Care
terhadap Ny.N
umur 30
tahun G2P1A0 usia
kehamilan 32
minggu 5 hari dengan penatalaksanaan perawatan
luka perineum di PMB Hasmiyati Bahri Tahun 2019.
2.
Tujuan khusus
Mahasiswa mampu :
a.
Melakukan pengumpulan
data subjektif Continuity of Care terhadap Ny.N umur 30 tahun G2P1A0 usia kehamilan 32 minggu 5 hari dengan penatalaksanaan
perawatan luka perineum di PMB
Hasmiyati Bahri Tahun 2019.
b.
Melakukan
pengumpulan data objektif Continuity of
Care terhadap Ny.N umur 30 tahun G2P1A0 usia kehamilan 32 minggu 5 hari dengan penatalaksanaan perawatan luka perineum di PMB
Hasmiyati Bahri Tahun 2019.
c.
Melakukan analisi
data secara Continuity of Care terhadap
Ny.N umur 30 tahun G2P1A0 usia kehamilan 32 minggu 5 hari dengan penatalaksanaan perawatan luka perineum di PMB
Hasmiyati Bahri Tahun 2019.
d.
Melakukan perawatan
asuhan kebidanan secara Continuity of
Care terhadap Ny.N umur 30 tahun G2P1A0 usia kehamilan 32 minggu 5 hari dengan penatalaksanaan perwatan luka perineum di PMB
Hasmiyati Bahri Tahun 2019.
e.
Mengindentifikasi
kesenjangan antara teori dan praktik lapangan terhadap Ny.N umur 30 tahun G2P1A0 usia kehamilan 32 minggu 5 hari dengan penatalaksanaan perawatan luka perineum di PMB
Hasmiyati Bahri Tahun 2019.
D.
Manfaat Penelitian
1.
Manfaat bagi
Penulis selanjutnya
Dapat menerapkan teori yang didapatkan dibangku kuliah
dalam praktik dilahan serta memproleh pengalaman secara langsung dalam
memberikan asuhan kebidanan pada Ny. N umur 30 tahun G2P1A0 usia kehamilan 32 minggu 5 hari dengan penatalaksanaan perawatan luka perineum.
2.
Manfaat Bagi institusi pendidikan
Dapat dijadikan bahan bacaan serta sumber informasi bagi
mahasiswa dan staf pendidik dalam melaksanakan program dengan baik, dan sebagai
bahan kajian untuk meningkatkan ilmu pengetahuan bagi mahasiswa dalam melaksanakan
program pendidikan khususnya berkaitan dengan asuhan kehamilan, persalinan,
nifas, bayi baru lahir, dan KB.
3.
Bagi klien dan masyarakat
Dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang asuhan
kebidanan pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, KB sesuai
dengan kebutuhan klien dengan standar asuhan kebidanan yang berkualitas dan
bermutu.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar